This Is My Life

Bulutangkis sudah menjadi prioritas Nica sejak 5 tahun yang  lalu. Yang berarti hidup ini seakan hanya bulutangkis. Bangun pagi, yang di lihat adalah racket dan shuttlecock. Sebulum sekolah, 2 jam berada di lapangan yang lebar nya 6.1 meter dan panjang nya 13.4m untuk berlatih menuju tujuan. Sebelum mengerjakan tugas sekolah, 3 jam berada di lapangan yang sama untuk berlatih lagi. Sebelum tidur, yang ada di tangan adalah sebuah racket. Sewaktu teman mengajak bermain, Nica ga pernah bisa ikut. Telah di korbankan segitu banyak nya waktu dan kerja keras untuk menuju impian yang begitu penting.

Terkadang orang bertanya, “Segitu penting kah latihan? 1 hari libur emang kenapa?” dan jawaban nya adalah; “Iya, segitu penting lah latihan, 1 hari libur adalah hal terpenting yang tidak boleh terjadi“.

Terkadang orang juga bertanya, “Kenapa memilih menjadi atlit? Bukan kah menjadi anak biasa jauh lebih enak?”, dan jawaban nya adalah; “Menjadi se-seorang yang biasa aja adalah hal yang tidak boleh terjadi dalam hidup setiap orang, karena Tuhan menciptakan setiap orang dengan sempurna dan special. Kita tidak boleh sia-sia kan bakat yang telah Tuhan berikan. Kita manfaat kan untuk membawa nama keluarga dan negara untuk raih prestasi.“.

Itu adalah pertanyaan yang hampir setiap orang tanya kan kepada Nica, ada juga orang yang bertanya beda. Seperti, “Sudah menjadi orang sukses nanti, tujuan nya apa?”. Jawaban nya simpel; “Setelah sukses nanti, Nica mau memberikan hidup yang lebih baik untuk keluarga Nica, dan tentu nya kepada mereka yang kurang beruntung. Itu lah tujuan Nica, mungkin di masa depan, ada lagi tujuan lebih.

Sewaktu juara, ada juga wartawan yang sering bertanya beda. Seperti, “Apa yang membuat mu sukses? Emang ga cape?“, pertanyaan yang tidak semua orang bisa jawab. Tapi Nica bisa. Jawaban nya adalah “Yang membuat Nica sukses adalah berkat seorang ayah. Yang setiap hari memberi semangat, memberi ilmu, memberi jalan, dan memberi rasa kasih sayang. Yang membuat Nica semangkin percaya diri. Sering sekali kata-kata yang tidak menyenangkan keluar dari mulut sang ayah. Tapi Nica ga mengeluh. Karena kata-kata itu memang untuk kebaikan Nica sendiri. Kerja keras memang harus, tapi tanpa berkat dari ayah dan Tuhan, kita ga akan bisa sukses. Dengan ketekunan sehari-hari, tidak ada kata “Impossible” untuk menuju tujuan. Cape itu memang wajar. Bukan hanya atlit, semua orang juga cape, yang sekolah, yang kuliah, yang kerja, yang di rumah, semua cape. Jadi buat apa mengeluh? Toh nanti kerja keras kita akan menghasilkan. Nikmati kecapean itu, maka dunia ini terasa jauh lenih enak. :)”

Ini adalah hidup Nica, yang Nica cintai setiap saat. Bagaimana dengan anda?